Beberapa perintah dasar linux :
1. Organisasi user account
a. su –l : perintah Pindah ke user root
pada saat masuk ke root, akan diminta password, ketik : (password).
b. adduser : perintah untuk membuat user account baru
perintah : adduser namauser | [root @localhost ~ ] # adduser epri
c. membuat password dari user account yg baru :
perintah : passwd namauser | [root @localhost ~ ] # passwd epri
ketikkan password baru nya, perintah input password akan muncul 2x.
d. SU : perintah masuk ke user account
Perintah : su namauser | [root @localhost ~] # su epri
[epri @localhost root ] $ Sudah masuk ke user epri namun
masih direktori root, jika
keaadaannya seperti ini kita tidak
bias menambah file atau direktori
baru didalamnya.
Ketikkan : cd Untuk masuk ke home user account kita. Sehingga lambang direktori nya
adalah ( ~ )
[epri @localhost root ] $ cd
[epri @localhost ~ ] $ Symbol “ ~ ” artinya, Sudah masuk
ke user epri dan sudah berada pada
direktori home epri.
e. pwd : melihat posisi direktori yang sedang aktif
[epri @localhost ~ ] $ pwd/ home/epri
2. Organisasi direktori
a. mkdir : membuat direktori baru
perintah : mkdir namadirektori
b. cd : untuk berpindah dari suatu direktori ke direktori lainnya.
1) Cd : masuk ke direktori home dari user account. Turun satu tingkat.
2) Cd namadirektori : pindah/masuk ke direktori yang dituju
Perintah : cd namadirektori
3) Cd .. : naik satu tingkat
Perintah : cd ..
c. Ls : untuk melihat/menampilkan isi dari sebuah direktori atau user account.
1) Ls : menampilkan file atau direktori
Jika jenisnya direktori maka teks berwarna biru. Jika file maka teks berwarna hitam.
2) Ls –a : menampilkan semua file termasuk file yang dihidden (disembunyikan).
File yang dihidden diawali symbol (.)
[epri @localhost root ] $ cd
[epri @localhost ~ ] $
Symbol “ ~ ” artinya, Sudah masuk
ke user epri dan sudah berada pada
direktori home epri
3) Ls -l : menampilkan file dan direktori beserta atributnya.
Atribut terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group.
4) Ls -f : menampilkan semua file tanpa ada proses sortir.
5) Ls -F : menampilkan file dan direktori dengan symbol penanda ditiap masing2 nya.
Simbol ( / ) tanda direktori, symbol (@) untuk file symbolic link. Symbol ( * ) untuk
file yang bersifat executable. Tanda ( = ) untuk socket.
6) Ls -R : menampilkan file, jika didalam direktori terdapat file, maka akan langsung
ditampilkan.
d. Rmdir : untuk menghapus direktori.
1) Rmdir : menghapus direktori kosong.
Perintah : rmdir namadirektori
2) Rm -r : menghapus direktori yang ada isi file nya.
Perintah : rm -r namadirektori
3. Organisasi File
a. File : mengidentifikasi suatu file atau direktori.
Perintah : file *
b. cat : perintah untuk membuat file baru.
1) Cat>namafile : Perintah untuk membuat file baru
2) Cat namafile : Perintah untuk membaca file yang sudah dibuat.
[epri @localhost ~ ] $ file *
[epri @localhost linux ] $ cat>latih1
Hari ini saya belajar linux
Tekan : ctrl+d untuk simpan
[epri @localhost linux ] $
[epri @localhost linux ] $ cat latih1
Hari ini saya belajar linux.
Tekan : ctrl+d untuk simpan
3) Cat>>namafile : Perintah untuk menambah isi file yang sudah dibuat.
c. Cp : mengcopy sebuah file (menggandakan/copy file).
Perintah : cp namafileawal namafilebaru
atau
d. Ls : melihat isi file dari sebuah direktori.
e. Rm : menghapus file
Perintah : rm namafile
f. Mv : memindahkan file dari direktori semula ke direktori lain (cut) atau merename file.
1) Mv namafile alamatdirektorinya : memindahkan file (cut).
Perintah : mv namafile alamatdirektorinya
Setelah latih2 dimove dari direktori linux ke /home/epri, maka latih2 akan berada pada
/home/epri dan menghilang pada direktori linux.
2) Mv namafileawal namafilebaru : merename file.
Perintah : mv namafile namafilebaru
g. Vi : membuat file baru dengan tampilan jendela editor.
Perintah : vi namafile
Hari ini saya belajar linux
Belajar di lab baru
[epri @localhost linux ] $
[epri @localhost linux ] $ vi coba1
Shift(:) + w + q + (enter)
Setelah masuk ke editor vi, isi file nya…
1) Untuk simpan file + keluar dari editor vi | Shift(:) + w + q + (enter)
2) Untuk keluar dari editor vi tanpa menyimpan file. | Shift(:) + q ! + (enter)
3) Menyimpan file tanpa keluar dari editor vi. | Shift(:) + w + (enter).
MEMBUAT USER DAN GROUP MELALUI GUI
1. Pilih Menu System>>Administration>>User and group
2. Klik Add User untuk menambahkan user account baru.
3. Masukan user name, full name dan password baru kemudian klik OK
4. Buka terminal >> aktifkan user yang dibuat dengan perintah “su namauser”.
MENGUBAH KEPEMILIKAN FILE (CHANGE OWNER) DAN GROUP
(CHANGE GROUP)
Catatan : Perintah ini hanya dapat digunakan pada user “root”
Bentuk Umum :
# chown namauser.namagrup namafile
# chown namauser.namagrup namadirektori
Contoh : [root@localhost ~]# chown anjani.anjani latihan
KOMPRES FILE DAN EXTRACT FILE
- Compress File : Menjadikan file dengan kapasitas memory yang lebih ringan
dari format biasa.
- Extract File : Mengembalikan format file seperti semula.
Perintah untuk kompress file
Bentuk Umum : gzip nama_file
Contoh: [epri@localhost ~]$ gzip lat_compress
Perintah untuk membaca file yang telah dikompres
Bentuk Umum ; zcat nama_file
Contoh: [epri@localhost ~]$ zcat lat_compress
file ini dikompress
Perintah untuk mengekstract file
Bentuk Umum : gunzip nama_file
Contoh: [epri@localhost ~]$ gunzip lat_compress
[epri@localhost ~]$ ls lat_compress
KOMPRES FOLDER DAN EKSTRACT FOLDER
Format ini adalah menyatukan banyak file menjadi satu folder gabungan dengan
kapasitas memory yang lebih ringan. Format file : .tar
Perintah untuk mengkompres folder
Bentuk Umum : tar -cf folder.tar file1 file2 file3
[epri@localhost ~]$ tar -cf latihan_zip.tar lat_compress
latihan_owner
Perintah untuk mengekstract folder
Bentuk Umum : tar -xf folder.tar
[epri@localhost ~]$ tar -xf latihan_zip.tar
MEMBUAT FILE DENGAN PERINTAH “echo”
Perintah : echo “isi file” >>nama_file
[epri@localhost ~]$ echo "hello world???" >> latih
MEMBUAT FILE DENGAN TYPE SYMBOLIC LINK (FILE SHORTCUT)
Jika file masternya hilang maka file simbolicnya tidak akan bisa dijalankan. Jika
ditampilkan warna dari jenis file ini : biru muda.
Bentuk Umum : ln -s nama_file nama_file_simbolic
MENYALIN FILE DENGAN TYPE HARDLINK
Fungsinya sama seperti copy untuk menggandakan file dengan nama yang berbeda.
Bentuk Umum : ln nama_file nama_file_hardlink
[epri@localhost ~]$ ln -s latih latih_symbolic
MEMBERI ALIAS (NAMA LAIN) PADA PERINTAH LINUX
Bentuk Umum : alias nama = perintah [epri@localhost ~]$ alias lihat=ls
[epri@localhost ~]$ lihat
Sekian dulu ah sharingnya... Sekian. cabut duluu
Sumber: http://epricentos.blogspot.com/2012/01/materi-linux.html
Minggu, 04 Januari 2015
Cara Install Aplikasi di Linux
pada malam ini gue mau sharing 'Cara Instalasi Aplikasi di Linux'
CEKIDOOOT BROO:) .........
Sumber: http://berbagibikinhappy.blogspot.com/2012/03/cara-install-aplikasi-di-linux.html
CEKIDOOOT BROO:) .........
Proses
instalasi paket aplikasi yang dicontohkan pada artikel ini menggunakan perintah
di console, sesuai dengan paket aplikasi yang digunakan baik pada lingkungan
linux maupun unix.
Hal
yang perlu diingat sebelum melakukan instalasi paket aplikasi di linux dan unix
adalah membaca dokumentasi yang disertakan pada setiap paket aplikasi yang akan
diinstal. Adakalanya untuk paket aplikasi tertentu memiliki cara instalasi yang
berbeda dengan cara umum yang dilakukan, ada baiknya mengikuti petunjuk yang
tersedia terlebih dahulu jika ada.
Untuk
paket aplikasi dari source (tarbal), yang berekstensi tar.gz dan tar.bz2
(masih merupakan baris-baris code, dan belum dikompilasi), langkah umum pertama
yang dilakukan adalah mengekstrak paket aplikasi. dengan perintah :
Untuk rar dengan perintah dan opsi :
# unrar x [nama_paket].rar
Untuk xz dengan perintah dan opsi :
# unlzma [nama_paket].xz
Untuk Z dengan perintah dan opsi :
# uncompress [nama_paket].Z
Untuk 7z dengan perintah dan opsi :
# 7z x [nama_paket].7z
Untuk gz dengan perintah dan opsi :
# gunzip [nama_paket].gz
Untuk bz2 dengan perintah dan opsi :
# bunzip2 [nama_paket].bz2
Untuk tar dengan perintah dan opsi :
# tar -zxvf [nama_paket].tar
Untuk tar.gz dengan perintah dan
opsi :
#
tar -xzvf [nama_paket].tar.gz
Untuk tar.bz2 dengan perintah dan
opsi :
#
tar -xvjf [nama_paket].tar.bz2
Untuk ZIP
dengan perintah dan opsi:
#unzip
[nama_paket].zip
Tahap dan proses yang dilakukan
adalah konfigurasi instalasi, kompilasi (compiling) code, dan proses
instalasi binari.
Setelah
diekstrak, selanjutnya melakukan konfigurasi instalasi. Proses ini merupakan
tahap pra-instalasi sebuah paket aplikasi. Dimana pada proses ini akan
dilakukan beberapa persyaratan pengujian terhadap sistem yang digunakan dan
akan membuat sebuah file bernama “Makefile” yang berguna untuk menjelaskan dan membuat
aturan bagaiman aplikasi perangkat lunak harus dikompilasi.
#
cd [nama_direktori]
#
./configure
Pada tahap ini, dapat diatur dimana
aplikasi akan disimpan dengan menambahkan perintah –prefix setelah perintah di
atas.
#
./configure --prefix [path_direktori_tujuan]
Setelah menunggu proses
pra-instalasi ini selesai, selanjutnya melakukan kompilasi terhadap baris-baris
code aplikasi tersebut, dengan perintah :
#
make
Proses
terakhir, setelah dikompile, akan dilakukan instalasi binari hasil kompilasi.
Proses ini akan menyimpan binari-binari hasil kompilasi tadi ke lokasi permanen
aplikasi ditempatkan. Untuk melakukan ini, biasanya hanya dengan akses root,
pastikan bahwa kita menjalankan mode root pada proses ini, dan ketikkan
perintah :
#
make install
Jika tidak terdapat pesan error,
maka instalasi aplikasi telah sukses dilakukan. Aplikasi sudah dapat digunakan.
Untuk
update paket aplikasi yang berasal dari source ini bisa langsung menimpanya
saja, dan uninstall cukup dengan menghapus folder hasil copy yang telah
disimpan di hardisk.
Instalasi paket RPM
RPM
merupakan sebuah software manajemen aplikasi di lingkungan distro berbasis RPM
(turunan Redhat dan Fedora). Software RPM ini memberikan kemudahan bagi
penggunanya untuk menggunakan aplikasi berekstensi .rpm. Paket-paket .rpm ini
telah dikompilasi, jadi proses instalasi hanya akan melakukan ekstrak paket dan
melakukan copy ke lokasi direktori tempat aplikasi akan disimpan.
Untuk proses instalasi cukup
sederhana, dengan perintah :
#
rpm -i [nama_file].rpm
Untuk uninstall dengan perintah :
#
rpm -e <package>
Opsi -i berarti install dan -e
berarti erase. Untuk pilihan lainnya bisa dilihat di manual rpm :
#
man rpm
Instalasi paket DEB
Sama
seperti paket rpm, deb juga sudah dikompilasi ke binari. Hanya melakukan
instalasi dengan proses ekstrak paket dan melakukan copy binari ke direktori
hardisk. Untuk instalasi paket deb, dengan menggunakan perintah :
#
dpkg -i [nama_paket].deb
Untuk uninstall dengan perintah :
#
dpkg -r [nama_paket].deb
Opsi -i berarti install dan -r
berarti remove. Untuk pilihan lainnya dapat dilihat pada manualnya :
#
man dpkg
Instalasi binari File dan script .sh
Adakalanya
kita menggunakan file binari atau script .sh juga, untuk proses instalasi nya
dengan perintah sh. Tapi sebelum menjalankan script atau file binari ini
pastikan bahwa file tersebut sudah memiliki akses execute. Untuk
pengecekannya dengan perintah :
#
ls -l
Untuk memberikan akses ijin execute
pada file script, dengan perintah :
#
chmod +x [nama_file]
Setelah itu, tinggal eksekusi file
tersebut dengan perintah :
#
sh [nama_file]
Untuk
beberapa distro, proses instalasi ini bisa dilakukan dengan bantuan software
manajemen aplikasi yang tersedia dan dikembangkan masing-masing distro.
Instalasi paket .run
#chmod +x [nama_file].run
#./[nama_file].run
Troubleshooting
Jika
terdapat pesan error dalam proses instalasi seperti yang telah dijelaskan di
atas, periksalah kembali perintah dan file yang akan diinstal. Beberapa masalah
umum yang biasanya timbul saat melakukan proses instalasi paket aplikasi
tersebut adalah :
- Akses izin untuk melakukan instalasi, dimana untuk proses instalasi umumnya hanya bisa dilakukan oleh root. User yang akan melakukan instalasi haruslah dengan autorisasi root terlebih dahulu. Untuk manajemen hak ini bisa langsung dengan bantuan root atau dengan sudo.
- Error instalasi, hal ini bisa saja terjadi karena belum sempurna nya paket aplikasi didownload atau tidak kesesuaian paket aplikasi. Cek besar file dan md5 sum untuk memastikan paket aplikasi didownload valid. Jika tidak sesuai, lakukan download ulang paketnya, dan ulangi proses yang dilakukan sebelumnya.
- Error saat menjalankan file binari atau script, pastikan bahwa file binari atau script diberikan akses execute, jika belum dapat dilakukan dengan bantuan perintah chmod.
- Error saat kompilasi atau saat instalasi paket dikarenakan dependensi (ketergantungan) paket terhadap paket lain. Untuk kasus ini, haruslah melakukan instalasi paket aplikasi yang dibutuhkan terlebih dahulu untuk instal paket yang diinginkan.
Sumber: http://berbagibikinhappy.blogspot.com/2012/03/cara-install-aplikasi-di-linux.html
Instalasi Windows XP Pada Virtual Box
Tutorial instalasi Windows XP pada VM VirtualBox:
1. Klik 'Baru' atau 'New' pada pojok kiri atas
2. Lalu beri nama dan kemudian pilih OS yang ingin di install (Windows XP) kemudian pilih 64 bit. lalu klik 'Lanjut'.
3. Lalu atur ukuran memori yang di perlukan (512 MB). Lalu klik 'Lanjut'.
4. Kemudian pilih 'Buat Harddisk virtual sekarang'
5. Kemudian pilih tipe berkas Hard Disk dengan memilih VHD (Virtual Hard Disk)
6. Kemudian pilih 'Dialokasikan Secana Dinamik'
7. Pilih lokasi dan ukuran berkas
Sekian sharing dari gue tentang instalasi Windowa XP pada Virtual Box
1. Klik 'Baru' atau 'New' pada pojok kiri atas
2. Lalu beri nama dan kemudian pilih OS yang ingin di install (Windows XP) kemudian pilih 64 bit. lalu klik 'Lanjut'.
3. Lalu atur ukuran memori yang di perlukan (512 MB). Lalu klik 'Lanjut'.
4. Kemudian pilih 'Buat Harddisk virtual sekarang'
5. Kemudian pilih tipe berkas Hard Disk dengan memilih VHD (Virtual Hard Disk)
6. Kemudian pilih 'Dialokasikan Secana Dinamik'
7. Pilih lokasi dan ukuran berkas
Sekian sharing dari gue tentang instalasi Windowa XP pada Virtual Box
Langganan:
Postingan (Atom)






