Selasa, 14 April 2015

Cyber Crime



KASUS CYBER CRIME


Laporan BBC menyebutkan bahwa sebuah serangan cyber dalam skala masif telah menyerang pemerintah Belanda. Sejumlah situs resmi milik instansi pemerintah Belanda dan layanan publik dikabarkan tumbang akibat ulah hacker.


BBC melansir, serangan cyber ini dimulai pada sore hari kemarin, Sabtu (14/2/2015), waktu setempat. Rencana serangan ini sendiri menurut informasi yang beredar sebenarnya telah diketahui pemerintah Belanda setelah mendapatkan peringatan dari pihak pemerintah Amerika Serikat (AS).

Bahkan divisi pertahanan cyber yang dipayungi oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon) juga telah memprediksi bahwa serangan akan berlanjut ke Perancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Belum diketahui secara pasti siapa dalang dibalik serangan cyber yang menyasar otoritas negara-negara di Eropa ini. Hanya saja telah diketahui bahwa serangan yang dilakukan adalah jenis 'DDoS Attack'.

DDoS Attack belakangan identik dengan kelompok hacker yang menamakan dirinya sebagai 'Lizard Squad'. Reputasi mereka sebagai kelompok peretas jempolan dimulai pada akhir tahun 2014 kemarin, tepatnya pada malam perayaan Natal. Saat itu Lizard Squad mengklaim bahwa merekalah pihak yang bertanggung jawab atas tumbangnya dua layanan berbasis internet di ranah industri game, yakni PlayStation Network (PSN) dan Xbox Live.

Lalu pada awal Januari 2015 Lizard Squad kembali beraksi. Kali ini tak tanggung-tanggung, enam (6) jejaring sosial kenamaan dibuat luluh lantak. Keenamnya adalah Facebook, Instagram, MySpace, AOL Instant Messenger, Tinder dan Hipchat. Kesemuanya terdidentifikasi mendapat serangan DDoS Attack.
Menurut keterangan yang dilansir laman Toms Hardware, DDoS Attack merupakan bentuk serangan yang dilakukan terhadap sistem komputer seperti web host ataupun server yang terdapat dalam jaringan internet. Tujuan dari serangan jenis ini adalah membuat server yang diserang kerepotan dan tidak dapat diakses oleh pengguna.

Bila dilihat secara mendasar, konsep serangan DDoS sebenarnya cukup simpel. Pelaku atau hacker akan membuat banyak jaringan 'komputer palsu' alias 'booter' yang digunakan untuk melakukan request (permintaan perintah) terhadap suatu server yang dituju.

Dengan begini, hacker dapat membanjiri server yang ingin diserang dengan permintaan palsu, sehingga server kewalahan dan akhirnya tumbang (down). Server yang diserang bahkan tak punya kesempatan untuk memenuhi permintaan 'komputer asli' alias permintaan yang dikirimkan oleh pengguna layanan sebenarnya.


Sumber: http://tekno.liputan6.com/read/2176151/hacker-porak-porandakan-situs-pemerintah-belanda?p=0

Minggu, 04 Januari 2015

Text Editor Pada Linux CentOS

Beberapa perintah dasar linux :

1. Organisasi user account

a. su –l : perintah Pindah ke user root
pada saat masuk ke root, akan diminta password, ketik : (password).
b. adduser : perintah untuk membuat user account baru
perintah : adduser namauser | [root @localhost ~ ] # adduser epri
c. membuat password dari user account yg baru :
perintah : passwd namauser | [root @localhost ~ ] # passwd epri
ketikkan password baru nya, perintah input password akan muncul 2x.
d. SU : perintah masuk ke user account
Perintah : su namauser | [root @localhost ~] # su epri
[epri @localhost root ] $ Sudah masuk ke user epri namun
masih direktori root, jika
keaadaannya seperti ini kita tidak
bias menambah file atau direktori
baru didalamnya.

Ketikkan : cd Untuk masuk ke home user account kita. Sehingga lambang direktori nya
adalah ( ~ )
[epri @localhost root ] $ cd
[epri @localhost ~ ] $ Symbol “ ~ ” artinya, Sudah masuk
ke user epri dan sudah berada pada
direktori home epri.

e. pwd : melihat posisi direktori yang sedang aktif
[epri @localhost ~ ] $ pwd/ home/epri

2. Organisasi direktori

a. mkdir : membuat direktori baru
perintah : mkdir namadirektori
b. cd : untuk berpindah dari suatu direktori ke direktori lainnya.
1) Cd : masuk ke direktori home dari user account. Turun satu tingkat.
2) Cd namadirektori : pindah/masuk ke direktori yang dituju
Perintah : cd namadirektori
3) Cd .. : naik satu tingkat
Perintah : cd ..
c. Ls : untuk melihat/menampilkan isi dari sebuah direktori atau user account.
1) Ls : menampilkan file atau direktori
Jika jenisnya direktori maka teks berwarna biru. Jika file maka teks berwarna hitam.
2) Ls –a : menampilkan semua file termasuk file yang dihidden (disembunyikan).
File yang dihidden diawali symbol (.)
[epri @localhost root ] $ cd
[epri @localhost ~ ] $
Symbol “ ~ ” artinya, Sudah masuk
ke user epri dan sudah berada pada
direktori home epri
3) Ls -l : menampilkan file dan direktori beserta atributnya.
Atribut terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group.
4) Ls -f : menampilkan semua file tanpa ada proses sortir.
5) Ls -F : menampilkan file dan direktori dengan symbol penanda ditiap masing2 nya.
Simbol ( / ) tanda direktori, symbol (@) untuk file symbolic link. Symbol ( * ) untuk
file yang bersifat executable. Tanda ( = ) untuk socket.
6) Ls -R : menampilkan file, jika didalam direktori terdapat file, maka akan langsung
ditampilkan.
d. Rmdir : untuk menghapus direktori.
1) Rmdir : menghapus direktori kosong.
Perintah : rmdir namadirektori
2) Rm -r : menghapus direktori yang ada isi file nya.
Perintah : rm -r namadirektori

3. Organisasi File

a. File : mengidentifikasi suatu file atau direktori.
Perintah : file *
b. cat : perintah untuk membuat file baru.
1) Cat>namafile : Perintah untuk membuat file baru
2) Cat namafile : Perintah untuk membaca file yang sudah dibuat.
[epri @localhost ~ ] $ file *
[epri @localhost linux ] $ cat>latih1
Hari ini saya belajar linux
Tekan : ctrl+d untuk simpan
[epri @localhost linux ] $
[epri @localhost linux ] $ cat latih1
Hari ini saya belajar linux.
Tekan : ctrl+d untuk simpan
3) Cat>>namafile : Perintah untuk menambah isi file yang sudah dibuat.
c. Cp : mengcopy sebuah file (menggandakan/copy file).
Perintah : cp namafileawal namafilebaru
atau
d. Ls : melihat isi file dari sebuah direktori.
e. Rm : menghapus file
Perintah : rm namafile
f. Mv : memindahkan file dari direktori semula ke direktori lain (cut) atau merename file.
1) Mv namafile alamatdirektorinya : memindahkan file (cut).
Perintah : mv namafile alamatdirektorinya
Setelah latih2 dimove dari direktori linux ke /home/epri, maka latih2 akan berada pada
/home/epri dan menghilang pada direktori linux.
2) Mv namafileawal namafilebaru : merename file.
Perintah : mv namafile namafilebaru
g. Vi : membuat file baru dengan tampilan jendela editor.
Perintah : vi namafile
Hari ini saya belajar linux
Belajar di lab baru
[epri @localhost linux ] $
[epri @localhost linux ] $ vi coba1
Shift(:) + w + q + (enter)
Setelah masuk ke editor vi, isi file nya…
1) Untuk simpan file + keluar dari editor vi  | Shift(:) + w + q + (enter)
2) Untuk keluar dari editor vi tanpa menyimpan file.  | Shift(:) + q ! + (enter)
3) Menyimpan file tanpa keluar dari editor vi.  | Shift(:) + w + (enter).

 MEMBUAT USER DAN GROUP MELALUI GUI

1. Pilih Menu System>>Administration>>User and group
2. Klik Add User untuk menambahkan user account baru.
3. Masukan user name, full name dan password baru kemudian klik OK
4. Buka terminal >> aktifkan user yang dibuat dengan perintah “su namauser”.

 MENGUBAH KEPEMILIKAN FILE (CHANGE OWNER) DAN GROUP
(CHANGE GROUP)


Catatan : Perintah ini hanya dapat digunakan pada user “root”
Bentuk Umum :
# chown namauser.namagrup namafile
# chown namauser.namagrup namadirektori
Contoh : [root@localhost ~]# chown anjani.anjani latihan

 KOMPRES FILE DAN EXTRACT FILE

- Compress File : Menjadikan file dengan kapasitas memory yang lebih ringan
dari format biasa.
- Extract File : Mengembalikan format file seperti semula.
Perintah untuk kompress file
Bentuk Umum : gzip nama_file
Contoh: [epri@localhost ~]$ gzip lat_compress
Perintah untuk membaca file yang telah dikompres
Bentuk Umum ; zcat nama_file
Contoh: [epri@localhost ~]$ zcat lat_compress
file ini dikompress
 Perintah untuk mengekstract file
Bentuk Umum : gunzip nama_file
Contoh: [epri@localhost ~]$ gunzip lat_compress
[epri@localhost ~]$ ls lat_compress

KOMPRES FOLDER DAN EKSTRACT FOLDER

Format ini adalah menyatukan banyak file menjadi satu folder gabungan dengan
kapasitas memory yang lebih ringan. Format file : .tar
 Perintah untuk mengkompres folder
Bentuk Umum : tar -cf folder.tar file1 file2 file3
[epri@localhost ~]$ tar -cf latihan_zip.tar lat_compress
latihan_owner
 Perintah untuk mengekstract folder
Bentuk Umum : tar -xf folder.tar
[epri@localhost ~]$ tar -xf latihan_zip.tar

 MEMBUAT FILE DENGAN PERINTAH “echo”

Perintah : echo “isi file” >>nama_file
[epri@localhost ~]$ echo "hello world???" >> latih

MEMBUAT FILE DENGAN TYPE SYMBOLIC LINK (FILE SHORTCUT)

Jika file masternya hilang maka file simbolicnya tidak akan bisa dijalankan. Jika
ditampilkan warna dari jenis file ini : biru muda.
Bentuk Umum : ln -s nama_file nama_file_simbolic

MENYALIN FILE DENGAN TYPE HARDLINK
Fungsinya sama seperti copy untuk menggandakan file dengan nama yang berbeda.
Bentuk Umum : ln nama_file nama_file_hardlink
[epri@localhost ~]$ ln -s latih latih_symbolic

MEMBERI ALIAS (NAMA LAIN) PADA PERINTAH LINUX

Bentuk Umum : alias nama = perintah [epri@localhost ~]$ alias lihat=ls
[epri@localhost ~]$ lihat


Sekian dulu ah sharingnya... Sekian. cabut duluu


Sumber: http://epricentos.blogspot.com/2012/01/materi-linux.html

Cara Install Aplikasi di Linux

pada malam ini gue mau sharing 'Cara Instalasi Aplikasi di Linux'
CEKIDOOOT BROO:) .........

Proses instalasi paket aplikasi yang dicontohkan pada artikel ini menggunakan perintah di console, sesuai dengan paket aplikasi yang digunakan baik pada lingkungan linux maupun unix.
Hal yang perlu diingat sebelum melakukan instalasi paket aplikasi di linux dan unix adalah membaca dokumentasi yang disertakan pada setiap paket aplikasi yang akan diinstal. Adakalanya untuk paket aplikasi tertentu memiliki cara instalasi yang berbeda dengan cara umum yang dilakukan, ada baiknya mengikuti petunjuk yang tersedia terlebih dahulu jika ada.
Untuk paket aplikasi dari source (tarbal), yang berekstensi tar.gz dan tar.bz2 (masih merupakan baris-baris code, dan belum dikompilasi), langkah umum pertama yang dilakukan adalah mengekstrak paket aplikasi. dengan perintah :
Untuk rar dengan perintah dan opsi :
# unrar x [nama_paket].rar
Untuk xz dengan perintah dan opsi :
# unlzma [nama_paket].xz
Untuk Z dengan perintah dan opsi :
# uncompress [nama_paket].Z
Untuk 7z dengan perintah dan opsi :
# 7z x [nama_paket].7z
Untuk gz dengan perintah dan opsi :
# gunzip [nama_paket].gz
Untuk bz2 dengan perintah dan opsi :
# bunzip2 [nama_paket].bz2
Untuk tar dengan perintah dan opsi :
# tar -zxvf [nama_paket].tar
Untuk tar.gz dengan perintah dan opsi :
# tar -xzvf [nama_paket].tar.gz
Untuk tar.bz2 dengan perintah dan opsi :
# tar -xvjf [nama_paket].tar.bz2
Untuk ZIP dengan perintah dan opsi:
#unzip [nama_paket].zip
Tahap dan proses yang dilakukan adalah konfigurasi instalasi, kompilasi (compiling) code, dan proses instalasi binari.
Setelah diekstrak, selanjutnya melakukan konfigurasi instalasi. Proses ini merupakan tahap pra-instalasi sebuah paket aplikasi. Dimana pada proses ini akan dilakukan beberapa persyaratan pengujian terhadap sistem yang digunakan dan akan membuat sebuah file bernama “Makefile” yang berguna untuk menjelaskan dan membuat aturan bagaiman aplikasi perangkat lunak harus dikompilasi.
# cd [nama_direktori]
# ./configure
Pada tahap ini, dapat diatur dimana aplikasi akan disimpan dengan menambahkan perintah –prefix setelah perintah di atas.
# ./configure --prefix [path_direktori_tujuan]
Setelah menunggu proses pra-instalasi ini selesai, selanjutnya melakukan kompilasi terhadap baris-baris code aplikasi tersebut, dengan perintah :
# make
Proses terakhir, setelah dikompile, akan dilakukan instalasi binari hasil kompilasi. Proses ini akan menyimpan binari-binari hasil kompilasi tadi ke lokasi permanen aplikasi ditempatkan. Untuk melakukan ini, biasanya hanya dengan akses root, pastikan bahwa kita menjalankan mode root pada proses ini, dan ketikkan perintah :
# make install
Jika tidak terdapat pesan error, maka instalasi aplikasi telah sukses dilakukan. Aplikasi sudah dapat digunakan.
Untuk update paket aplikasi yang berasal dari source ini bisa langsung menimpanya saja, dan uninstall cukup dengan menghapus folder hasil copy yang telah disimpan di hardisk. 
Instalasi paket RPM
RPM merupakan sebuah software manajemen aplikasi di lingkungan distro berbasis RPM (turunan Redhat dan Fedora). Software RPM ini memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk menggunakan aplikasi berekstensi .rpm. Paket-paket .rpm ini telah dikompilasi, jadi proses instalasi hanya akan melakukan ekstrak paket dan melakukan copy ke lokasi direktori tempat aplikasi akan disimpan.
Untuk proses instalasi cukup sederhana, dengan perintah :
# rpm -i [nama_file].rpm
Untuk uninstall dengan perintah :
# rpm -e <package>
Opsi -i berarti install dan -e berarti erase. Untuk pilihan lainnya bisa dilihat di manual rpm :
# man rpm
Instalasi paket DEB
Sama seperti paket rpm, deb juga sudah dikompilasi ke binari. Hanya melakukan instalasi dengan proses ekstrak paket dan melakukan copy binari ke direktori hardisk. Untuk instalasi paket deb, dengan menggunakan perintah :
# dpkg -i [nama_paket].deb
Untuk uninstall dengan perintah :
# dpkg -r [nama_paket].deb
Opsi -i berarti install dan -r berarti remove. Untuk pilihan lainnya dapat dilihat pada manualnya :
# man dpkg
Instalasi binari File dan script .sh
Adakalanya kita menggunakan file binari atau script .sh juga, untuk proses instalasi nya dengan perintah sh. Tapi sebelum menjalankan script atau file binari ini pastikan bahwa file tersebut sudah memiliki akses execute. Untuk pengecekannya dengan perintah :
# ls -l
Untuk memberikan akses ijin execute pada file script, dengan perintah :
# chmod +x [nama_file]
Setelah itu, tinggal eksekusi file tersebut dengan perintah :
# sh [nama_file]
Untuk beberapa distro, proses instalasi ini bisa dilakukan dengan bantuan software manajemen aplikasi yang tersedia dan dikembangkan masing-masing distro.
Instalasi paket .run
#chmod +x [nama_file].run
#./[nama_file].run
Troubleshooting
Jika terdapat pesan error dalam proses instalasi seperti yang telah dijelaskan di atas, periksalah kembali perintah dan file yang akan diinstal. Beberapa masalah umum yang biasanya timbul saat melakukan proses instalasi paket aplikasi tersebut adalah :
  • Akses izin untuk melakukan instalasi, dimana untuk proses instalasi umumnya hanya bisa dilakukan oleh root. User yang akan melakukan instalasi haruslah dengan autorisasi root terlebih dahulu. Untuk manajemen hak ini bisa langsung dengan bantuan root atau dengan sudo.
  • Error instalasi, hal ini bisa saja terjadi karena belum sempurna nya paket aplikasi didownload atau tidak kesesuaian paket aplikasi. Cek besar file dan md5 sum untuk memastikan paket aplikasi didownload valid. Jika tidak sesuai, lakukan download ulang paketnya, dan ulangi proses yang dilakukan sebelumnya.
  • Error saat menjalankan file binari atau script, pastikan bahwa file binari atau script diberikan akses execute, jika belum dapat dilakukan dengan bantuan perintah chmod.
  • Error saat kompilasi atau saat instalasi paket dikarenakan dependensi (ketergantungan) paket terhadap paket lain. Untuk kasus ini, haruslah melakukan instalasi paket aplikasi yang dibutuhkan terlebih dahulu untuk instal paket yang diinginkan.
Selamat mencoba :D

Sumber: http://berbagibikinhappy.blogspot.com/2012/03/cara-install-aplikasi-di-linux.html

Instalasi Windows XP Pada Virtual Box

Tutorial instalasi Windows XP pada VM VirtualBox:

1. Klik 'Baru' atau 'New' pada pojok kiri atas
2. Lalu beri nama dan kemudian pilih OS yang ingin di install (Windows XP) kemudian pilih 64 bit. lalu klik 'Lanjut'.
3. Lalu atur ukuran memori yang di perlukan (512 MB). Lalu klik 'Lanjut'.
4. Kemudian pilih 'Buat Harddisk virtual sekarang'
5. Kemudian pilih tipe berkas Hard Disk dengan memilih VHD (Virtual Hard Disk)

6. Kemudian pilih 'Dialokasikan Secana Dinamik'
7. Pilih lokasi dan ukuran berkas
Sekian sharing dari gue tentang instalasi Windowa XP pada Virtual Box








Rabu, 17 September 2014

Cara Crimping Cable

Oke, gue mau sedikit sharing nih tentang cara Crimping Cable UTP
Sebelum masuk ke caranya, gue mau kasih tau dulu alat-alat yang dibutuhin:
1.       Konektor RJ45
Ini konektor yang bakal nancep ke setiap perangkat yang akan dihubungkan
Koenktor RJ45
2.       Kabel UTP
Ini kabel yang bakal kita olah :D
kabel UTP
3.       Crimping tool
Ini bisa dibilang alat yang penting juga nih. Alat ini bakal digunain untuk memasang kabel ke konektor RJ45
crimping tool
4.       Kabel Tester
Kalo kabel udah nancep ke konektor RJ45, nah gunakan alat ini buat nge-tes
kabel tester

Ada beberapa hal yang harus kalian tau sebelum melakukan crimping. Kabel UTP itu mempunyai Standard Internasional:
Tipe B:                                                  Tipe A:
Putih Orange                                     Putih Hijau                                         
Orange                                                 Hijau
Putih Hijau                                          Putih Orange
Biru                                                        Biru
Putih Biru                                            Putih Biru
Hijau                                                      Orange
Putih Coklat                                        Putih Coklat
Coklat                                                   Coklat

Jenis Crimping ada 3 tipe:
a.       Straight
Jika salah satu ujung kabel memakai Tipe A, maka ujung kabel yang satunya lagi juga menggunakan Tipe A. Dan sebaliknya.
b.      Cross
Jika salah satu ujung kabel memakai tipe A, maka ujung kabel yang satunya lagi harus menggunakan Tipe B.
c.       Roll Over
Jika salah satu ujung kabel memakai Tipe A, maka ujung kabel yang satunya lagi harus menggunakan kabel Tipe A1.

Oke kita langsung ke step-step crimping cable nya:
1.       Kupas ujung jaket kabelnya,sisakan sekitan 2-3cm.
(sebagai contoh, kita buat kabel tipe Straight dan menggunakan standard B)
2.       Urutkan kabel sesuai urutan warna yang telah di tentukan
(pastikan semua ujung kabel sama rata)

3.       Masukkan kabel ke dalam konektor RJ 45 dengan posisi konektor menghadap ke atas (pengait konektor berada di bawah) dan posisikan pin nomor 1 di paling kiri
4.       Sebelum dikencangkan (press) pastikan semua kabel udah mentok
5.       Kemudian kencangkan (press) menggunakan crimping tool
6.       Test kabel yang sudah di kencangkan (press) menggunakan kabel tester


SELAMAT MENCOBA
sumber: http://caracrimping.blogspot.com/






Media Kabel dan Nirkabel

1. Mau sedikit sharing ah tentang media kabel dan nirkabel


     Kabel

Kabel merupakan salah satu bagian dari media komunikasi. Media kabel mempunyai kecepatan dan stabilitas yang tinggi serta jangkauan yang jauh. Media kabel dianggap kurang praktis karena instalasi yang rumit&mobilitas penggunanya yg terbatas.

Berikut ada beberapa jenis kabel:
Di lihat dari fisik, struktur dan bahan materilnye, kabel dibagi jadi 3:

a.    Kabel Twisted pair
Kabel jenis ini terbuat dari tembaga dan terdiri atas beberapa kabel kecil yang tersusun dengan pola spiral. Sesuai dengan namanya.kabel twisted pair terdiri dari kabel UTP dan STP. Kerja kabel Twisted pair adalah menghantarkan arus/sinyal lisrik dari sumber ke tujuan. Kabel jenis ini jangkauannya nggak lebih dari 100 meter. Kecepatannya juga bervariasi mulai dari 10 Megabit/detik sampe 1000 Megabit/detik. Kabel ini mudah didapat dengan harga yang “ramah dompet” dan perangkat jaringan sudah menggunakan konektor RJ45 yang biasa dipakai Twisted Pair
b.    Kabel Coaxial
Bro and Sist, kabel coaxial itu jenis kabel yang terdiri atas dua penghantar yang dimana salah satunya berada di tengah dan satunya lagi mengelilingi kabel tengahnya. Kedua kabel penghantar tersebut dilapisi oleh isolator. Penampangnya selalu berbentuk lingkaran dengan salah satu penghantar berada pada titik pusat dari lingkaran itu. 2 jenis kabel coaxial yang biasa dipake sebagai kabel data adalah 10Base5 dan 10Base2, kabel coaxial kecepatannya lebih “joss” dibanding kabel sebelumnya nih yaitu 10Megabit/detik tapi jangkauannya berbeda antara 10Base5 dan 10Base2. Kalo 10Base5 memiliki jangkauan 500meter sedangkan 10Base2 memiliki jangkauan 185meter. Kabel jenis ini udah mulai ditinngalkan soalnya BNC yang dipakai jarang di temukan pada computer atau perangkat jaringan seperti switch dan router. Proses instalasi kabel jenis ini juga lumayan rumit sih katanya dan harus butuh keahlian khusus terutama dalam membuat dan memasang konektor.
c.    Kabel Fiber Optik (FO)
Kabel Fiber Optik berbeda dengan kabel-kabel sebelumnya. Inti dari kabel init uh serat yang terbuat dari kaca atau plastic. Prinsip kerja kabel ini mengirim sinyal dalam bentuk cahaya dari sumber ke tujuan, bukan sinyal seperti twisted pair dan coaxial. Kabel Fiber Optik punya jangkauan yang bervariasi tapi rata-rata kecepatan transfer datanya “JOSS” banget nih broo bisa mencapai 1Gbps sampai 10Gbps. Jangkauan kabel ini 100Meter sampe 10Km. kalo kabel Fiber Optik masih dari sisi material kabel ga boleh sembarangan orang bisa memasangnya. Butuh keahlian khusus dan juga keterampilan khusus, broo.




Nih kelebihan dan kekurangan dari media kabel:

KELEBIHAN
KEKURANGAN
Murah
Kerapihan yang kurang karena kabel berantakan
Tingkat keamanan relative tinggi
Jangkauan dan akses client terbatas
Performa/stabilitas jaringan bandwith yang lebih tinggi dan lancer
Susah kalo ada perluasan jaringan
Mudah dalam instalasi
Wired lan harus ditaro di tempat yang aman
Biaya murah dalam invertasi jaringan
Security pada wired LAN akan hilang pada saat kabel jaringan dipotong


2.    Nirkabel

Nirkabel atau lebih dikenal dengan wireless adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (contoh: inframerah pada remote TV atau gelombang radio pada computer atau ponsel) dengan frekuensi tertentu. Kegunaan atau kelebihan teknologi wireless ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel yang bisa cukup mengganggu secara estetika, dan juga kesulitan dalam proses instalasi untuk menghubungkan 2 perangkat bersamaan atau lebih. Misalnya: menghubungkan 1 komputer server dengan 10 komputer client membutuhkan 10 buah kabel, dengan panjang yg bervariasi sesuai jarak antara server dengan client. Jika kabel di posisikan sembarangan maka akan terlihat kabel berserakan dan sangat mengganggu pemandangan dan hal ini tidak ditemui pada teknologi wireless atau nirkabel. Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesame hubungan nirkabel pada piranti lainnya. Teknologi wireless berkembang sangat pesat. Disamping itu berkembang juga teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.

Secara teknis operasional teknologi informasi dan komunikasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (Wireless Local Area Network). Wi-Fi dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok insinyur Amerika yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) berdasarkan standard teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a, dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja disekitar pita frekuensi 5GHz.

Antara Wireless dan Wi-Fi pasti punya hubungan nih broo. Kalo wireless merupakan salah satu layanannya sedangkan Wi-Fi merupakan sebuah standard komunikasi wireless yang digunakan untuk sharing file dan berbagi sumber daya (resource). Sinyal Wi-Fi ga dapat menjangkau jarak jauh tanpa kehilangan integritas, itulah sebabnya Wi-Fi banyak dipakai untuk jaringan LAN. Dirumah, wireless LAN biasa digunain untuk PC ataupun laptop, nah kalo ditempat kerja, jaringan wireless biasa dipakai beberapa computer didalam sebuah bangunan. Kepanjangan dari Wi-Fi itu sendiri ialah Wireless Fidelity.

802.11 merupakan spek standar yang dibangun oleh IEEE untuk mendefinisikan teknologi wireless LAN dan disetujui pada 1997. Wi-Fi menggunakan standar komunikasi IEEE 802.11b dengan kecepatan 11Mbps hanya mencapai cakupan area tidak lebih dari ratusan meter.
Perbedaan Wi-Fi dengan Wi-Bro:
-       Jangkauan WiFi hanya 100m sedangkan WiBro 1km
-       WiBro dapat diakses dari kendaraan dengan kecepatan 60 km/h, sedangkan WiFi tidak
-       Yang jelas WiBro koneksinya lebih kenceng dibanding WiFi
Persamaan antara WiFi dengan WiBro adalah sama-sama wireless (nirkabel).

Sumber: